Tak Hanya Jago Bahasa Arab, Mahasantri Ini Mampu Setor Hafalan 30 Juz Alquran Sekali Duduk

Tajug  
Atsna Syarifatul Mahiroh. (Istimewa)
Atsna Syarifatul Mahiroh. (Istimewa)

KUNINGAN -- Atsna Syarifatul Mahiroh tak hanya berhasil menyandang gelar Sarjana Agama (SAg) dari kampusnya, STIQ Al-Multazam, Kabupaten Kuningan. Namun, dia juga berhasil menjadi seorang hafidzah 30 juz Alquran.

Saat kelulusan wisudanya yang digelar pada Sabtu (25/6/2022), Atsna juga menjadi salah satu nama yang diunggulkan sebagai wisudawati terbaik. Tak hanya karena ber-IPK tinggi (3,93), tetapi juga karena sederet prestasi hebat yang pernah diraihnya.

Putri daerah “Kota Pecel” Madiun, Jawa Timur itu menjadi salah satu dari tujuh mahasantri STIQ Al-Multazam yang mampu setoran hafalan 30 juz Alquran. Metode hafalan yang digunakannya adalah metode Tasmi’ bil Ghoib atau setoran hafalan Alquran sekali duduk tanpa melihat mushaf.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Tak hanya itu, putri dari pasangan Mochid dan Binti Maskuroh itu juga dikenal jago berbahasa Arab. Bahkan, dia menyabet juara tiga pidato Bahasa Arab Tingkat Mahasiswa Se-Nasional, yang diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa Arab UNPAD (2019).

Selain itu, Atsna juga berhasil meraih peringkat empat pidato Bahasa Arab Tingkat Mahasiswa Se-Nasional, yang diselenggarakan BEM KEMABA UPI (2018).

’Alhamdulillah, wa bii fadhlillah, saya bisa menuntaskan 30 juz Alquran dalam waktu 15 setengah bulan dengan segala dukungan dan doa dari orang tua, asatidz dan teman-teman,’’ tutur perempuan kelahiran Desember 1999 itu.

Atsna menilai, ada dua hal yang sangat berpengaruh untuk masa depan. Yaitu, doa dan ridho orang tua serta doa dan ridho guru.

‘’Barang siapa yang ingin sukses, maka raihlah keduanya,’’ tegas Atsna.

Atsna mengakui, awalnya menghafal Alquran kerena ingin mendapat beasiswa kuliah ke luar negri. Wajar menurutnya, karena pada saat itu, ambisi ingin menjadi mahasiswa luar negeri masih menggebu-gebu.

Namun, seiring berjalannya waktu, Atsna tersadar bahwa upayanya untuk menghafal kalam Ilahi itu semata-mata harus diniatkan untuk murni kepentingan ibadah.

‘’Kita nggak punya apa-apa untuk kita persembahan ke orang tua kita kelak (di akhirat). Namun, dengan menghafal Alquran, semoga ini adalah wasilah kita untuk dapat mengangkat derajat orang tua kita kelak. Di dunia maupun di hadapan Allah SWT,’’ tukas Atsna.

Sementara itu, dalam gelaran wisuda tersebut, ada 106 mahasantri dari STIQ Al-Multazam, Kabupaten Kuningan, yang secara resmi menyandang gelar Sarjana Agama. Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Kopertais Wilayah II, Usep Rustandi. (Lilis Sri Handayani)

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image