Kehabisan Baterai, Drone Seharga Rp 25 Juta Nyangkut di Pohon Setinggi 80 Meter

Jogregan  
Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi drone milik seorang siswa yang tersangkut diatas pohon setinggi 80 meter. (Dok Damkar Kuningan)
Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi drone milik seorang siswa yang tersangkut diatas pohon setinggi 80 meter. (Dok Damkar Kuningan)

KUNINGAN – Sebuah drone milik seorang siswa SMA IT Al-Multazam 2 Linggajati, Kabupaten Kuningan tersangkut diatas pohon setinggi 80 meter, Jumat (7/10/2022). Drone itu sebelumnya sempat loss signal setelah kehabisan baterai.

Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Mh Khadafi Mufti, menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika pemilik drone yang bernama Rio Alfarizy (16), beserta sekolahnya sedang melakukan kegiatan perkemahan di Bukper Sidomba, Desa Pusing, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Rio mengoperasikan drone-nya di wilayah Bukper Sidomba. Namun tak lama kemudian, drone yang diterbangkannya loss signal dan kehilangan arah. Drone seharga Rp 25 juta itu tersangkut di atas pohon.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

‘’Drone kehabisan baterai sehingga menyulitkan proses pencarian,’’ ujar Khadafi.

Untuk itu, pada pukul 11.25 WIB, Rio melaporkan kejadian tersebut ke UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan untuk meminta bantuan. Anggota pemadam kebakaran yang menerima laporan itupun langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Namun, kondisi drone yang mati (habis baterai) itu menyebabkan posisinya tidak diketahui secara persis tersangkut di pohon yang mana. Petugas pemadam kebakaran harus melakukan penyisiran/pencarian.

‘’Drone ternyata tersangkut di atas pohon dengan ketinggian sekitar 80 meter sehingga sempat menyulitkan petugas untuk mengambilnya,’’ terang Khadafi.

Dibutuhkan waktu hampir tiga jam bagi petugas untuk bisa menemukan dan mengevakuasi drone tersebut.

‘’Dalam waktu 2 jam 50 menit, drone dapat diambil dari atas pohon,’’ cetus Khadafi.

Apabila tidak dievakuasi, maka drone akan terus berada di atas pohon karena baling-balingnya tersangkut. Kondisi tersebut akan sangat merugikan pemilik drone.

‘’Untuk mencegah terulangnya peristiwa seperti itu, kami mengimbau siapapun yang hendak menerbangkan drone, maka harus memperhatikan lingkungan sekeliling dan signal di wilayah tersebut,’’ tandas Khadafi. (Lilis Sri Handayani)

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image