Akankah Tuhan Mengampuni Saya Apa Pun?

Tajug  
Foto selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi menunjukkan kepada para jamaah haji pada hari kedua haji ketika mereka berdiri dalam perenungan, berdoa dan meminta pengampunan dosa di Gunung Arafat, Mekah, Arab Saudi. - ( EPA-EFE/SAUDI MINISTRY OF MEDIA HANDOUT)
Foto selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi menunjukkan kepada para jamaah haji pada hari kedua haji ketika mereka berdiri dalam perenungan, berdoa dan meminta pengampunan dosa di Gunung Arafat, Mekah, Arab Saudi. - ( EPA-EFE/SAUDI MINISTRY OF MEDIA HANDOUT)

Islam adalah agama pengampunan. Tidak peduli berapa banyak dosa yang mungkin telah dilakukan seseorang, dia tidak akan pernah bisa diampuni. Tuhan adalah Maha Pengampun, Maha Penyayang dan Quran menekankan atribut ini lebih dari 70 kali.

Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki, dan menghukum siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Qur'an 3:129)

Namun, ada satu dosa yang tidak akan diampuni Allah dan itu adalah dosa menyekutukan atau menyekutukan Allah. Seorang Muslim percaya bahwa Tuhan itu esa, tanpa sekutu, keturunan, atau sekutu. Dia adalah satu-satunya yang layak disembah.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah yang Esa. Allah-us-Samad (Guru yang Mandiri, yang dibutuhkan semua makhluk, Dia tidak makan dan tidak minum). Dia tidak melahirkan, Dia juga tidak dilahirkan; Dan tidak ada yang setara atau sebanding dengan-Nya. (Al-Qur'an 112)

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni sekutu bagi-Nya (dalam ibadah), tetapi Dia mengampuni kecuali (sesuatu) yang Dia kehendaki. (Al-Qur'an 4:48)

Dosa yang tak termaafkan

Mungkin tampak aneh untuk mengatakan bahwa Tuhan adalah Maha Penyayang, dan menekankan bahwa Islam adalah agama pengampunan sementara juga mengatakan bahwa ada satu dosa yang tidak dapat diampuni.

"Ini bukan konsep yang aneh atau tidak dapat diandalkan ketika Anda memahami bahwa dosa besar ini hanya tidak dapat diampuni jika seseorang meninggal tanpa bertobat kepada Tuhan," kata Aisha Stacey adalah ibu dari tiga anak dewasa yang memeluk Islam pada 2002. Aisha yang bekerja di Pusat Kebudayaan Fanar.

Setiap saat, kata Aisha yang bekerja di Pusat Kebudayaan Fanar, sampai orang berdosa menghembuskan napas terakhirnya, dia dapat dengan tulus berbalik kepada Tuhan dan meminta pengampunan, mengetahui bahwa Tuhan benar-benar Maha Penyayang dan Maha Pengampun. Pertobatan yang tulus menjamin pengampunan Allah.

"Katakanlah kepada orang-orang kafir, jika mereka berhenti (dari kekafiran), masa lalu mereka akan diampuni." (Quran 8:38)

Nabi Muhammad SAW bersabda: Allah akan menerima taubat hamba-Nya selama derakan maut itu belum sampai ke tenggorokannya. (At-Tirmidzi, 3537)

Nabi Muhammad juga bersabda: "Jika seseorang memeluk Islam dengan tulus, maka Allah akan mengampuni semua dosanya yang telah lalu, dan setelah itu memulai perhitungan, pahala perbuatan baiknya adalah sepuluh kali hingga tujuh ratus kali untuk setiap perbuatan baik dan satu kejahatan akan dicatat sebagaimana adanya kecuali Allah mengampuninya. (Al-Bukhari, 41)

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image