Said Aqil dan Nina Agustina Hadiri Haul ke-194 Kiai Syakir dan Sesepuh Wotgalih

Tajug  
Mustasyar Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA didampingi Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar, menghadiri Haul ke-119 Kiai Syakir dan Sepuh Wotgalih. (Diskominfo Indramayu) 
Mustasyar Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA didampingi Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar, menghadiri Haul ke-119 Kiai Syakir dan Sepuh Wotgalih. (Diskominfo Indramayu)

INDRAMAYU -- Mustasyar Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA didampingi Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar, menghadiri Haul ke-119 Kiai Syakir dan Sepuh Wotgalih bertempat di Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Sabtu (21/5/2022).

Said Aqil menyampaikan, manusia dalam bahasa Arab dapat diartikan insan yang memiliki makna harmoni atau intim, akrab dan saling kangen.

Sehingga, kata dia, arti insan ini mahkluk yang satu sama lain saling melengkapi, saling membutuhkan, saling mendukung dan masih terdapat dalam diri Bangsa Indonesia khususnya Wong Indramayu.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

“Makna insan ini, Alhamdulillah Bangsa Indonesia wabil khusus wong Indramayu masih betul-betul insan, masih solid, masih akur, masih harmonis," ujar Said Aqil seperti dikutip mantapantura.republika.co.id dari laman Diskominfo Indramayu.

"Makanya ada halal bihalal dalam rangka melebur, membangun kembali keharmonisan kita, apa yang kita lakukan sebelum masa sekarang ada konflik, ada tegang, ada bertengkar, mari kita lebur di momen Lebaran ini,” katanya lagi.

Menurutnya, pertemuan dalam Haul Kiai Syakir dan Sepuh Wotgalih ini menjadi momen halal bihalal dan pelekat tali silaturahmi yang merupakan ciri dari segenap Bangsa Indonesia dan Islam Nusantara.

“Halal bihalal sudah melekat di Bangsa Indonesia, itulah yang kita sebut integrasi antara agama dan budaya ciri khas Islam Nusantara, sehingga agamanya dapat yakni saling memaafkan dan budayanya juga dapat yaitu seperti ini Haul Kyai Syakir Wotgalih. Maka Halal bihalal bisa menjadi alat mempererat ukhuwah islamiyah tali persaudaraan kita,” paparnya.

Said Aqil mengajak, Haul Kyai Syakir dan Sesepuh Wotgalih dapat dimaknai momen halal bihalal untuk meningkatkan kelas keimanan, kelas islam, dan bukan hanya meningkatkan ibadah rutin seperti shalat dan puasa.

Namun juga akhlakul karimah bisa ditingkatkan dan tetap melekat dalam diri manusia sebagai hamba yang taqwa kepada Allah SWT.

Menurutnya, ketaqwaan dalam diri manusia, harus memiliki 4 sifat wajib yang dimiliki Nabi Muhammad SAW, salah satunya sidiq yang berarti jujur. Sehingga dengan jujur maka akan terus solid dan menjaga kekompakan satu sama lain dalam ikatan persaudaraan.

“Tugas kiai mengajak masyarakat Indramayu meningkatkan iman yang berkualitas dan argumentatif, iman berdasarkan dalil dan jangan mencaci maki non muslim, karena baginda Nabi Muhammad SAW tidak pernah mencaci maki. Ini hendaknya dipahami oleh masyarakat NU di Indramayu,” tambahnya.

Kemudian, memberi perlindungan kepada masyarakat baik muslim maupun non muslim juga bagian daripada jihad. Yakni mewujudkan ketentraman dan keamanan yang dijamin oleh negara kepada warga negaranya.

Selanjutnya, memberikan cukup pangan bagi masyarakat dan harus cukup sandang serta papan atau tempat tinggal dan layanan kesehatan dan kesejahteraan dalam hal ini menjadi kewenangan pemerintah juga merupakan bagian dari upaya jihad.

Said Aqil berharap, Indramayu menjadi Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, yakni masyarakatnya beriman, tentram nyaman, sehat dan sejahtera. Khususnya, untuk keturunan Kiai Syakir mampu melanjutkan misinya Kiai Syakir seperti dakwah Islam dengan akhlak yang mulia.

Bupati Nina mengatakan, dirinya merasa bersyukur bisa berada dalam satu momen Haul Kiai Syakir dan Sesepuh Wotgalih yang merupakan tokoh ulama yang banyak dikagumi masyarakat Indramayu.

“Alhamdulillah pada hari ini kita bersama-sama mengikuti Haul Kiai Syakir dan Sesepuh Wotgalih yang menjadi salah satu wujud kecintaan, kebanggaan dan penghormatan kita kepada sosok yang kita kagumi,” katanya.

Nina menyampaikan, dalam memperingati tokoh ulama tidak semata acara rutin tahunan. Namun terdapat makna yang lebih dalam yaitu mengingat segalanya tentang beliau dari perjuangan, kebaikan, perilaku dan ajarannya. Itu semua dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Acara Haul Kyai Syakir dan Sesepuh Wotgalih ini Kang Said bersama Bupati Nina Agustina secara simbolis memberikan santunan kepada 50 anak yatim piatu dan juga imam masjid dan mushola yang berada di lingkungan Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. n

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image