Sri Tanjung Sugiarti Tarka, Gadis Muda Penerjemah Naskah Kuno

Budaya  
Sri Tanjung Sugiarti Tarka saat menerima penghargaan. (Dok Diskominfo Kabupaten Indramayu)
Sri Tanjung Sugiarti Tarka saat menerima penghargaan. (Dok Diskominfo Kabupaten Indramayu)

INDRAMAYU – Naskah kuno telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan Sri Tanjung Sugiarti Tarka. Sejak berumur lima tahun, dia sudah belajar naskah kuno dari sang ayah, almarhum Ki Tarka Sutarahardja.

Almarhum Ki Tarka Sutarahardja semasa hidupnya dikenal sebagai pelestari sekaligus penyelamat 200 manuskrip Indramayu. Karena itu, kepeduliannya pada naskah kuno diturunkan kepada anaknya itu.

Sejak pertama kali belajar naskah kuno di usia balita, Sri Tanjung hingga kini terus menekuni bidang tersebut. Hal itu sebagaimana pesan sang ayah, agar dirinya terus menghidupkan dan melestarikan naskah kuno.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Bahkan, hal tersebut terus dilakukan meski pemerintah belum memberikan perhatian pada pentingnya kelestarian naskah dan budaya yang didalaminya itu.

‘’Kata ayah, saya tetap harus jalankan supaya budaya kita dan literasi leluhur tidak punah. Karena dalam naskah tersebut banyak sekali ilmu yang harus digali,’’ ujar Sri Tanjung, Sabtu (2/7/2022).

Sri Tanjung pun ingat betul perkataan ayahnya bahwa meski naskah kuno terlihat usang dan seperti tidak berguna, namun didalamnya sangat banyak nilai luhur yang bisa dipetik. Di antaranya ada tentang keagamaan, sejarah, tembang, pertanian, primbon dan masih banyak lainnya.

‘’Maka dari itu, harus kita lestarikan semampunya,’’ tukas Sri Tanjung.

Sri Tanjung pun kini meneruskan jejak sang ayah yaitu melestarikan naskah kuno serta sebagai pengurus Sanggar Aksara Jawa Surya Pringga Dermayu. Sanggar tersebut terletak di Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu.

Di usianya yang saat ini masih 24 tahun, Sri Tanjung sering diundang sebagai pemateri di sejumlah wilayah. Dia pun menempatkan dirinya sebagai gadis muda yang mungkin satu-satunya di Indramayu, yang mampu memahami terkait naskah kuno.

Keseriusannya dalam meneruskan amanat sang ayah, telah membuat Sri Tanjung memperoleh penghargaan dari Professor Richard North, Direktor Sanggar Seni Sinar Surya dan Professor of Music, University of California Santa Barbara Amerika. Dia dinilai berjasa terhadap pelestarian dan edukasi Budaya dan Naskah Kuno di Indramayu dan sekitarnya.

‘’Penghargaan itu atas dedikasi saya sebagai pelestari naskah kuno yang setiap hari, saya dan tim yayasan berupaya menyelamatkan, walau tanpa bantuan dari pemerintah,’’ tutur Sri Tanjung.

Penghargaan itu diberikan oleh Professor Richard North kepada Sri Tanjung di gedung Radio Republik Indonesia (RRI) Cirebon, pada Jumat (1/7/2022).

‘’Ketika menerima piagam penghargaan tersebut, saya merasa terharu sekali bercampur bahagia. Beliau seorang professor sekaligus pemerhati budaya, dan memberi perhatian sekaligus dukungan pada saya,’’ tutur Sri Tanjung.

Sri Tanjung mengaku sangat bersyukur bisa menerima penghargaan tersebut. Dia pun mendedikasikan penghargaan itu untuk sang ayah yang telah tiada, yakni Ki Tarka Sutarahardja serta Sanggar Aksara Jawa Surya Pringga Dermayu.

Sri Tanjung mengungkapkan, penghargaan itupun tidak terlepas dari dukungan sang ibu serta keluarga besarnya. Orang-orang terdekatnya itu terus mendorongnya untuk melestarikan peninggalan leluhur agar tetap terjaga. (Lilis Sri Handayani)

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image