Tahukah Anda, di Desa Tete Batu Ada Pohon Tua yang Jadi Inspirasi dari Penghargaan Kalpataru

Wisata  
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno melakukan sosialisasi di Desa Wisata Tete Batu berada di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Istimewa)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno melakukan sosialisasi di Desa Wisata Tete Batu berada di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Istimewa)

LOMBOK -- Demi menyukseskan Ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yang mengambil Tema Kebangkitan Ekonomi Demi Indonesia Bangkit, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno melakukan sosialisasi di Desa Wisata Tete Batu berada di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Salah satu yang dilakukan adalah melakukan sosialsasi di desa wisata terbaik dimana desa ini menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Internasional Best Tourism Village yang digelar Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO).

“Ini salah satu desa Wisata terbaik, dan kita bisa lihat kalau desa ini memang sudah bangkit dalam segala bidang baik ekonomi maupun yang lainnya,” kata dia dalam rilisnya yang diterima matapantura.republika.co.id, Selasa (22/2/2022).

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Desa Wisata Tete Batu berada di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Memiliki jarak tempuh sekitar 44,2 km dari Kota Mataram atau sekitar dua jam perjalanan menggunakan mobil.

Desa Tete Batu adalah desa wisata yang lebih fokus ke sejarah. Di desa ini, menurut Sandi, ada sebuah pohon tua yang menjadi inspirasi dari penghargaan Kalpataru yang dicetuskan oleh Emil salim Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup yang sudah di berikan sejak tahun 1981.

Di sini merupakan cikal-bakal wisata pertama di tete batu dan dibangun wisma (penginapan pertama) di tete batu. Jadi Homestay di tetebatu sudah berkembang sejak lama. Ini bisa menjadi salah satu wisata sejarah sekaligus wisata sejarah Kesehatan.

“Di desa ini memang banyak sejarah yang ditunjukan bagi masyarakat yang berkunjung,” tuturnya.

Sandi mengungkapkan, target peserta dari ADWI 2022 ini adalah 3.000 peserta yang terdiri dari desa wisata di seluruh Indonesia. Target yang meningkat tersebut diharapkan mampu membantu peningkatan ekonomi tiap desa. Pasalnya, dari pengalaman tahun sebelumnya, kebangkitan ekonomi desa juga banyak yang disebabkan oleh desa wisata.

Menurutnya, melalui ajang tersebut pihaknya ingin mencari desa-desa wisata baru di Indonesia yang dinilai menyimpan banyak potensi. "Saat itu kami mengunjungi desa-desa wisata inspiratif yang menjadi contoh bagaimana desa wisata bisa menggerakkan perekonomian pasar," tuturnya.

Dari situlah, Sandi berharap, desa-desa wisata lainnya bisa ikut ajang ini dan menggali segala potensi yang ada untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal setempat.

Pada ADWI 2022 kali ini dinilai berdasarkan tujuh kategori. Di antaranya Daya Tarik Pengunjung, Homestay, Toilet Umum, Suvenir, Digital dan Kreatif, CHSE dan Kelembagaan.

Pendaftarannya dimulai pada 19 Februari 2022 hingga 31 Maret 2022 Setelah proses pendaftaran, Kemenparekraf akan mengkurasi lagi ribuan desa wisata tersebut menjadi 300 besar, lalu 100 besar dan akhirnya 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia.

50 desa wisata terbaik dan terpilih nantinya akan didatangi langsung oleh Menparekraf Sandiaga Uno dalam kunjungan kerjanya. n Agus Yulianto

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image