Interpelasi DPRD terhadap Bupati Indramayu Berakhir Antiklimaks

Jogregan  
Sidang paripurna DPRD Kabupaten Indramayu terkait interpelasi terhadap Bupati Nina Agustina berakhir antiklimaks. Keduanya sepakat untuk bersama-sama memajukan Kabupaten Indramayu. (Lilis Sri Handayani)
Sidang paripurna DPRD Kabupaten Indramayu terkait interpelasi terhadap Bupati Nina Agustina berakhir antiklimaks. Keduanya sepakat untuk bersama-sama memajukan Kabupaten Indramayu. (Lilis Sri Handayani)

INDRAMAYU -- Interpelasi DPRD Kabupaten Indramayu terhadap Bupati Indramayu, Nina Agustina, berakhir antiklimaks. Lembaga eksekutif dan legislatif itu sepakat untuk bersama-sama memajukan Kabupaten Indramayu.

Hal itu terungkap dalam Rapat Paripurna Penyampaian Penjelasan Bupati Terhadap Pertanyaan Hak Interpelasi DPRD, di gedung DPRD Indramayu, Kamis (17/2). Setelah pada rapat sebelumnya tak hadir, Bupati Indramayu, Nina Agustina, kini hadir secara langsung.

Nina pun menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para anggota dewan terkait tata kelola pemerintahan maupun kebijakannya terkait penataan dan pengelolaan BUMD.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Terkait hubungannya dengan Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim, Nina mengungkapkan, hubungannya dengan wakil bupati diibaratkan seperti pasangan yang berumah tangga. Jika ada masalah, maka solusinya adalah komunikasi yang baik.

"Namanya saya dengan wakil bupati seperti orang rumah tangga. Pastinya ada sesuatu hal yang mungkin sedikit miss komunikasi," tutur Nina.

Nina mengungkapkan, telah bertemu secara langsung dengan Wakil Bupati, Lucky Hakim, pada Senin (14/2). Dia menilai, komunikasi sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

"Saya tanya kita (Nina-Lucky) mau bagaimana? Karena bagaimanapun kita adalah satu paket yang harus diselesaikan sampai akhir, dan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai di tengah jalan ada masalah. Kalau ada yang tidak nyaman, cuma satu, harus dikomunikasikan," tegas Nina.

Ditemui usai rapat, Nina menegaskan, semua masalah pasti ada solusinya dan apapun bisa diperbaiki. Dia menyatakan, eksekutif dan legislatif merupakan mitra yang sejajar sehingga dibutuhkan sinergi di antara keduanya.

Nina menyatakan, kedua pihak bisa saling mengingatkan untuk kepentingan Indramayu yang lebih baik lagi. Selain itu, kedua pihak juga tidak saling mengedepankan ego masing-masing.

"Kalau kita bicara kesalahan, memang saya sudah mengakui ada suatu kesalahan yang saya sebagai kepala daerah tidak teliti. Tapi ke depannya, kita mencari solusi, tidak mencari kesalahan ke belakang," ucap Nina.

Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Syaefudin, menegaskan, semangat yang dikedepankan dalam interpelasi itu adalah semangat perbaikan. Dia menyatakan, pemerintah bersama DPRD saling mengingatkan dan menasehati dalam kebaikan.

"Barangkali ada kekurangan, sama-sama ke depan diperbaiki," kata Syaefudin.

Syaefudin menyatakan, dengan diperolehnya jawaban dari bupati atas pengajuan interpelasi DPRD, maka Syaefudin menilai ‘ketegangan’ di antara bupati dan DPRD sudah selesai. "Ini biasa saja, jangan berlebihan," tandas Syaefudin.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image