Wali Kota Jalan Kaki Lima Kilometer Bersama Iringan Kirab, Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati

Tajug  
Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis (kiri) dan Bupati Cirebon, Imron (kanan) dalam Kirab Ziarah. (Diskominfo Kota Cirebon)
Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis (kiri) dan Bupati Cirebon, Imron (kanan) dalam Kirab Ziarah. (Diskominfo Kota Cirebon)

CIREBON – Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Jadi ke-653 Cirebon jika dibanding sebelum-sebelumnya. Pada tahun ini, ada Kirab Ziarah yang dilangsungkan dari depan Balai Kota Cirebon Jalan Siliwangi hingga komplek Makam Sunan Gunung Jati, Jumat (29/7/2022).

Biasanya, ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati tidak dengan berjalan kaki. Tapi kali ini, Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, didampingi istri, Ginawati Limansah Azis, ikut berjalan kaki bersama iring-iringan Kirab Ziarah.

Adapun iring-iringan Kirab Ziarah terdiri dari unsur genjring santri, pasukan dari keraton yang ada di Cirebon, unsur masyarakat, perangkat daerah, Forkopimda serta replika kereta Singabarong, kereta Paksi Nagaliman, kereta Kresna, dan kereta Singajempana.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Hadir pula dalam barisan kirab, Bupati Cirebon, Imron Rosyadi. Selain itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati dan Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi, juga turut mendampingi Wali Kota.

Pihak keluarga dari Kasultanan Kanoman, Pangeran Patih Raja Mohammad Qodiran dan Ratu Raja Arimbi Nurtina, juga turut serta.

Kirab Ziarah itu menempuh perjalanan hampir lima kilometer. Sepanjang perjalanan, banyak masyarakat yang sudah berjejer untuk ikut memeriahkan kirab.

Ziarah dan doa bersama di makam Sunan Gunung Jati. (Diskominfo Kota Cirebon)
Ziarah dan doa bersama di makam Sunan Gunung Jati. (Diskominfo Kota Cirebon)

Setibanya di komplek Makam Sunan Gunung Jati, Wali Kota Nashrudin Azis bersama rombongan mengambil air wudhu, kemudian menunaikan salat Ashar berjamaah. Dilanjutkan dengan melakukan tradisi surak kepada masyarakat yang berkumpul di sekitar komplek Makam Sunan Gunung Jati.

Seusai itu, Azis bersama rombongan melangsungkan doa bersama di depan Lawang Pasujudan, berlanjut ke Makam Sunan Gunung Jati untuk kembali doa bersama.

‘’Ini merupakan salah satu acara inti, karena Cirebon merupakan salah satu daerah yang didirikan oleh Syekh Syarif Hidayatullah. Sehingga kita berziarah dan berdoa bersama di sini,’’ kata Azis.

Selain berdoa bersama, menurut Azis, ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati juga sekaligus menjadi momen refleksi untuk bisa meneladani nilai-nilai kebaikan Sunan Gunung Jati. Hal itu guna diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

‘’Dengan melakukan ziarah ke Makam Syekh Syarif Hidayatullah, kita bisa meneladani apa yang diajarkan beliau. Salah satunya adalah melaksanakan pesan; ingsun titip tajug lan fakir miskin,’’ tukas Azis.

Azis menambahkan, sengaja berjalan kaki sepanjang Balai Kota Cirebon sampai komplek Makam Sunan Gunung Jati, sebagai upaya untuk mengingat memori perjuangan para pendahulu pendiri Cirebon.

‘’Juga agar lebih dekat dengan masyarakat. Alhamdulillah tadi sepanjang jalan, masyarakat sudah berjejer dan saya bisa menyapa mereka secara langsung,’’ kata Azis.

Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati. Kirab dan ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati merupakan salah satu agenda penting dalam memperingati Hari Jadi ke-653 Cirebon.

‘’Kita bersyukur pada tahun ini bisa memperingati Hari Jadi Cirebon dengan melibatkan banyak pihak, termasuk unsur masyarakat. Mudah-mudahan Kota Cirebon ke depan semakin berkembang pesat menjadi daerah yang maju,’’ tandas Eti. (Lilis Sri Handayani)

Berita Terkait

Image

Wali Kota Cirebon dan Gubernur Jabar Berbalas Pantun Tentang Jadi Presiden, Ini Isinya

Image

Berbekal Toa, Wali Kota Cirebon Turun ke Pasar Ingatkan Prokes

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image