Dominan di Jabar, Indramayu Tangkal Penyebaran Penyakit Kusta, Ada 194 Kasus

Jogregan  

Bakteri lepra atau kusta (mycobacterium leprae) - (musee-afrappier.qc.ca)
Bakteri lepra atau kusta (mycobacterium leprae) - (musee-afrappier.qc.ca)

Plt Kepala Dinkes Indramayu dr Wawan Ridwan, penanganan kusta perlu diantisipasi dengan bersamaan. Hal ini, mengingat pada 2021 telah ditemukan kasus kusta sebanyak 194 kasus.

Artinya, terdapat 1 kasus kusta pada setiap 2 desa. Dengan demikian, mengindikasikan bahwa penularan kusta di Indramayu masih berlangsung sehingga perlu penanganan khusus dan sebaik mungkin.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jawa Barat dr Rifan Bahasantika mengatakan, Indramayu masih mendominasi kasus Kusta di Jawa Barat. Hal ini tercatat 194 kasus serta masih terdapat kasus anak dan cacat sebanyak 19 kasus.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

“Dengan kondisi ini, menjadi indikator bahwa di Indramayu masih terdapat penularan penyakit kusta. Kusta merupakan salah satu penyakit yang diabaikan di Indonesia serta penyakit Kusta sebenarnya bisa disembuhkan,” paparnya.

Rifan menjelaskan, kenali gejala kusta seperti kulit bercak putih, kulit bercak merah, kulit tidak gatal dan sakit dan tidak sembuh dengan obat biasa, sehingga perlu datang langsung ke Puskesmas di Indramayu terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Jika terdapat gejala-gejala seperti itu segera datang ke Puskemas terdekat di Kabupaten Indramayu. Indramayu termasuk kabupaten yang kinerjanya sangat baik dalam penanganan kusta.

"Jika ada keluarga yang mengalami kusta, ingatkan untuk mengonsumsi obat hingga sembuh,” ujarnya. n

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image