Di Indramayu Pernah Berdiri Kerajaan Manukrawa, Sejarah atau Legenda?

Sejarah  
Sungai Cimanuk Lama, yang kini menjadi bagian dari Taman Kota Indramayu (Ilustrasi). (Lilis Sri Handayani)

INDRAMAYU -- Sungai Cimanuk memiliki peran yang besar dalam sejarah di masa silam. Bahkan, di lembah Cimanuk yang kini menjadi daerah bernama Indramayu, pernah berdiri sebuah kerajaan yang memiliki kedudukan cukup penting, yang bernama Kerajaan Manukrawa.

Keberadaan Kerajaan Manukrawa itu tertuang dalam Naskah Wangsakerta, buah karya dari Pangeran Wangsakerta, dari Cirebon. Dalam naskah itu tertulis adanya kerajaan di lembah sungai Cimanuk pada abad ke-5 bernama Kerajaan Manukrawa. Tidak diketahui siapa raja dari kerajaan tersebut.

Namun disebutkan, seorang putri dari Kerajaan Manukrawa yang bernama Nilem Sari, menjadi permaisuri dari raja Indraprahasta yang bernama Wiryabanyu.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Dari perkawinan tersebut, lahir seorang putri bernama Suklawatidewi. Di kemudian hari, Suklawatidewi menjadi permaisuri dari Wisnuwarman, raja Tarumanagara IV (434-455).

Tak hanya menyebutkan kisah tentang putri Manukrawa, Naskah Wangsakerta juga menyebutkan pasukan Kerajaan Manukrawa yang dipimpin Welutbraja, ikut memadamkan pemberontakan Cakrawarman, paman Wisnuwarman (21 Oktober - 18 November 437 M).

Sementara itu, Sejarawan Indramayu, Supali Kasim, menilai, keberadaan Kerajaan Manukrawa itu belum bisa disebut sebagai sejarah. Pasalnya, keberadaannya hanya tertuang dalam satu naskah saja, yakni Naskah Wangsakerta.

‘’Kalau minimal tiga naskah, baru bisa dijadikan sejarah. Jadi (keberadaan Kerajaan Manukrawa) masuknya sebagai legenda,’’ kata Supali, Sabtu (5/2/2022).

Supali mengungkapkan, dalam Naskah Wangsakerta juga tidak disebutkan titik pusat dari Kerajaan Manukrawa. Hanya perkiraaan masuk wilayah Indramayu. Keberadaan Kerajaan Manukrawa pun hanya disebutkan selintas dalam naskah tersebut.

‘’Tinggalan arkeologi dari Kerajaan Manukrawa di Indramayu juga sampai saat ini belum ditemukan,’’ tukas Supali.

Supali menambahkan, Naskah Wangsakerta pun bukan merupakan sumber primer sejarah, melainkan sumber sekunder. Naskah tersebut merupakan ‘naskah salinan atas salinan’. Karena itu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan keberadaan Kerajaan Manukrawa. N lilis sri handayani

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image